Posted by :
Aang Rangganis
Suatu hari ketika liburan waktu itu, kami sekeluarga berencana
untuk pergi ke puncak bersama-sama. Sehari sebelum keberangkatan, karena
lumayan banyak barang yang akan kami bawa ke sana, jadi kami
menyiapakannya dahulu. Ibuku menyiapkan barang-barang milik ku dan ayah.
Sedangkan kakak menyiapkan sendiri.
Hari esok pun tiba. Kulihat matahari sudah terbit. Pagiku pun
tidak terasa buruk. Tapi begitu menyenangkan. Apalagi mengingat kalau hari ini
kami akan ke liburan ke puncak. Aku mulai membayangkan apa yang akan aku
lakukan disana nanti. Lalu, pada pukul setengah delapan pagi, jadilah mobil
kami melucur di jalanan. Menuju puncak! Menuju puncak! Duh, hatiku merasa
senang sekali!
Tibalah kami di puncak. Tapi mobil kami masih meluncur menuju
pondok tempat kami tinggal untuk sementara. Tak kusadari mulutku membentuk
huruf “O” melihat keindahan alam yang kusaksikan lewat jendela mobil. Kami melihat kebun strawberry yang
terhampar luas dan perkebunan teh. Dan masih banyak lagi. Kadang, manusia lupa
dengan keindahan alam yang sudah Allah berikan. Bahkan mereka kadang malah
merusaknya.
CIIT…! Mobil kami berhenti di depan sebuah pondok dimana kami
akan menempatinya untuk sementara selama kami masih disini. Kami lalu turun
dari mobil dan menurunkan barang-barang dan membawa masuk ke dalam pondok
tersebut. Kulihat, suasana pondok itu begitu nyaman dan hangat. Membuatku
langsung betah, euy!
Setelah memasukkan barang-barang ke dalam pondok, saya langsung
berjalan-jalan ke kebun strawberry yang sejak tadi saya lihat. Dan ternyata,
tidaklah jauh dari pondok kami ini.
Tak lama kemudian, saya mendengar suara ibu memanggil saya dari arah pondok. Ia berkata bahwa makan siang telah siap. Aku kembali
ke pondok. Siang ini ibu membuatkan semur daging dan sup yang suka ada di
acara pengantin-pengantin itu. Makanannya enak sekali. Itulah sebabnya saya selalu tidak tahan lama-lama menatap masakan ibu yang dihidangkan di meja.
Di saat-saat liburan seperti ini, saya juga ke berbagai macam
tempat lainnya. Seperti pemandian air panas, toko-toko souvenir, dan masih
banyak lagi tempat yang saya kunjungi. Akupun berkenalan dengan salah seorang
anak perempuan seusiaku. saya begitu akrab. Dan ternyata dia adalah anak
seorang petani buah-buahan. Sehingga aku bisa ikut membantunya juga ibunya di
ladang. Inilah baru yang namanya liburan. Biarpun sebelumnya, aku lebih sering
nonton televisi atau browsing ke internet. Tapi sekarang ku tahu, ini jauh
lebih seru!
Yang namanya awal pasti akan ada akhirnya. Yang namanya
pertemuan pasti akan ada perpisahannya. Karena sang waktupun terus berputar.
Tak kusadari, liburan sebentar lagi berakhir. Aku juga harus menyiapakan
barang-barang untuk kembali ke bersekolah. Kita disini terhitung sekitar lima hari. Rasanya begitu berat. Tapi ada rasa senang juga. Karena aku akan segera
kembali menemui teman-temanku di sekolah. Aku juga akan bercerita panjang lebar
tentang liburanku kali ini.
Senin, 13 Januari 2014